Selasa, 31 Januari 2012

Lebah Madu yang Sempurna

Ketika bersama merajut cinta
tertawa bahagia kita berdua
ku ingin kembali bertegur sapa
kasih jangan biarkan
kini hatiku hampa sunyi sepi tanpa cinta

Itu judul lirik yang pas buat hatiku sekarang, mungkin orang menganggap aku cewek yang labil dan masih seperti anak kecil. Memang benar umur tidak menjamin tingkat kedewasaan seseorang itu. Aku yang berumur mendekati 18 tahun, masih saja seperti anak kecil, susah mengendalikan amarah, mudah menyalahkan orang lain, manja, dsb.


Proses menuju pendewasaan itu tidaklah mudah, apalagi di masa-masa SMA ini. Banyak hal baru yang aku pelajari mulai dari permasalahan ,perseteruan, kecemburuan,keegoisan sampai pada suatu penyelesaian. Semua yang aku alami sekarang sangat berbeda dari tahun ke tahun dan semakin menuju tingkat kedewasaan semakin lebih berat hal yang kita hadapi. Permasalahan silih berganti dengan seiringnya waktu, sebuah permasalahan itu dapat berasal dari diri sendiri maupun orang lain. Permasalahan dapat timbul dari berbagai aspek kehidupan, antara lain pertemanan, keluarga, persahabatan, percintaan.

Kedewasaan seseoranglah yang dapat membantu aspek-aspek kehidupan yang penuh dengan kegundahan. Aku pun belum bisa menjadi wanita yang dewasa, dimana mungkin aku selalu mengutamakan emosi dari pada aku diam dan menahan sakit. tetapi jika memang sudah reda aku bisa kembali normal tanpa ada emosi lagi.

Aku ingin bercerita sedikit tentang pengalaman yang pernah aku alami.

Sudah 1 bulan aku sendiri (jomblo), aku mengalami masalah yang amat berat . aku putus dengan pacarku karena keegoisan masing-masing. Aku yang seperti anak kecil dan dia yang terlalu cuek serta dewasa itu membuat sebuah awal permasalahan ini muncul. Dahulu, dia yang manis dan selalu memberiku semangat disaat suka maupun duka. Dia selalu membuatku tersenyum, selalu membuatku gembira, selalu membuatku nyaman saat dekat dia. Namun, hal itu hanya terjadi tidak lama mungkin sekitar bulan ke 2.

Semua berubah ketika kita terpisahkan jarak dan waktu atau hubungan LDR, dia yang berada di Malang dan aku yang berada di Surabaya. Sedangkan, sifat aslinya pun mulai kelihatan dia menjadi lebih cuek dan malas untuk smsan, hubungan kami menjadi sedikit renggang di tambah dengan masalah dari pihak-pihak yang lain yang berusaha mengganggu hubungan kami, tidak dari pihak saja melainkan dari pihaknya juga.
Aku mulai timbul rasa tidak percaya kepada dia, dan pada akhirnya terjadi sebuah permasalahan yang hebat yang melibatkan beberapa orang ikut masuk dalam permasalahan kami.

Aku tipe orang yang pemikir dan lebih berfikir negatif, bukannya apa-apa tapi aku hanya takut jika terjadi sesuatu dengan orang yang aku sayang. Sifat ini lah yang mungkin menjadi terlalu berlebihan, apa-apa aku selalu mikir dia aneh-aneh. Menjadikan dia orang yang terakhir dalam hidup itu adalah sesuatu yang munafik, karena perkataan tidak selalu sesuai dengan kenyataan yang ada, dan mempertahankan suatu hubungan jarak jauh itu lebih menguras batin.
Kepercayaan adalah kunci yang paling ampuh dalam menghadapi hubungan yang jarak jauh. Asalkan, kita saling menjaga diri kita agar tidak muncul perselingkuhan, Rasa jenuh, kangen, sedih, marah campur jadi satu ditambah dengan keadaan pacar yang cuek. Komunikasi sangat perlu, waktu itu aku selalu menuntut dia ada untuk aku karena kita jauh , sedikit aku merubah sifat itu. Namun, tidak ada imbalan yang setimpal malah terjadi perselisihan.Banyak hal-hal lain yang terjadi selama aku menjalani hubungan dengan dia yang hanya berumur 3 bulan.

Membuka pikiran, membuka hati bisa menjadikan itu semangat untuk kedepannya. Tetapi, sekali lagi berusaha Move On itu sangat sulit. Sampai ada yang bilang di akun twitter " Emang gue pikirin elo mau apa , elo punya gebetan baru gue jg bisa gtu,emng gue pikrn lo gk setia ,lo punya cwo sepuluh ,gue pnya cwe seribu" mungkin juga itu salah satu hal yang bisa buat kita move on . tapi kalau sampai segitu banyaknya kasian juga.

Setelah aku putus dengannya, aku mulai dekat dengan banyak pria. Bukan untuk mengoleksi atau pelampiasan sesaat. Tapi aku mencari mana yang terbaik, kadang aku juga kelewat batas dan terlihat mesra di jejaring sosial, namun mereka bukan siapa-siapaku. Aku pun bukan pemberi harapan palsu, tetapi aku mencoba untuk membuka hati dan move on dari mantan. Aku sudah memberikan mereka ulasan bahwa jangan meminta harapan ke aku, karena aku belum siap untuk menggantikan dia.

Dari kata-kataku itu, seolah-olah tidak digubriskan. Aku ya have fun aja dengan masa lajangku dekat sana dan dekat sini. Dan ternyata mereka menaruh rasa kepadaku. Salah paham pun sering terjadi, saat aku dekat sini yang sana cemburu. Banyak hal-hal yang tak terduga lainnya.
Aku bukan manusia sempurna , aku hanya menjalani duniaku dengan apa adanya. Dan kedekatanku dengan banyak pria  itu bukanlah hal yang aneh dan seperti cewek murahan, aku hanya menjalani apa adanya dan sebagai seorang yang jomblo. aku tidak menaruh rasa apapun untuk saat ini. Aku tidak ingin melukai siapapun.

Harapanku saat ini, tidak ada masalah yang lebih dari ini. Dan aku juga akan mengintropeksi diri dan melakukan perubahan-perubahan kecil demi secuil harapan baru yang indah.


Semoga dari pengalamanku ini, bisa memberikan gambaran yang baik. Bukan untuk mengekspose kehidupan pribadiku melainkan pembaca dapat memetik hikmah dan pelajaran.


Aku menjadi Lebah yang Tak Bermadu jika aku tidak memiliki madu itu , Karena Madu sama halnya dengan cinta,permasalahan,pertemanan,pendewasaan yang memberikan rasa manis, segar dan menyehatkan.

Jadilah Lebah yang cantik , Lebah yang tampan dan menawan dan memiliki banyak sekali madu . Agar menjadi Lebah Madu yang Sempurna .










Tidak ada komentar:

Posting Komentar